PENDAMPINGAN ADMINISTRASI PELAPORAN P2L DI GAPOKTAN MAHA KARYA DESA TANJUNGSARI KECAMATAN CIJERUK

Tanjungsari, Cijeruk – Dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), Penyuluh Pertanian Desa Tanjungsari Kecamatan Cijeruk, Andri Kw yang didampingi mahasiswa Polbangtan Bogor mengadakan kunjungan ke Gapoktan Maha Karya, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cijeruk, pada hari ini, Rabu 15 Januari 2025.


Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan administrasi pelaporan kegiatan P2L sekaligus melakukan monitoring terhadap realisasi pelaksanaannya. Dalam monitoring tersebut, tim menemukan bahwa masih terdapat beberapa item sarana produksi (Saprodi) dan sarana pendukung pertanian (Saprotan) yang belum terpenuhi.


Kang Jujun, selaku bendahara Gapoktan Maha Karya, menyatakan komitmennya untuk segera melengkapi kekurangan tersebut. "Kami siap secepatnya melengkapi item yang masih menjadi perhatian agar pelaksanaan P2L berjalan optimal sesuai harapan," ujarnya.


HASIL KEGIATAN/OUTPUT:


1. Identifikasi Kekurangan: Tim monitoring menemukan adanya kekurangan beberapa item Saprodi dan Saprotan pada kegiatan P2L di Gapoktan Maha Karya.


2. Komitmen Perbaikan: Bendahara Gapoktan berjanji untuk segera melengkapi item yang kurang.


3. Pendampingan Administrasi: Penyuluh Pertanian memberikan arahan mengenai tata cara pelaporan administrasi P2L yang lebih efektif dan akurat.


4. Rekomendasi Tindak Lanjut: Semua kekurangan yang ditemukan akan disampaikan kepada Koordinator BPP Wilayah VII Kabupaten Bogor untuk percepatan penyelesaian dan pengawasan lebih lanjut.


Dengan adanya pendampingan dan monitoring ini, diharapkan pelaksanaan P2L di Gapoktan Maha Karya dapat berjalan lebih lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat setempat. [Red_AKw]


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINYAK CIMANDE DARI TEBU: MAHASAKTI HERBAL WARISAN LOKAL KARYA KWT EMBUN PAGI DESA CIMANDE HILIR

KENALI WARNA LABEL BENIH: JAMINAN MUTU UNTUK HASIL PANEN BERKUALITAS

HKP 2025: MENTAN TEGASKAN PERAN STRATEGIS PENYULUH DAN BABINSA DALAM TRANSFORMASI PERTANIAN MENUJU SWASEMBADA PANGAN NASIONAL